Mantuq dan Mafhum
Kata Kunci:
Hukum Islam, Mafhum, manṭūq, Penafsiran Hukum, dan Ushul FikihAbstrak
Kajian ini membahas konsep manṭūq dan mafhūm, dua perangkat penting dalam penunjukan lafaz pada ilmu ushul fikih. Manṭūq adalah makna yang ditunjukkan secara eksplisit oleh lafaz yang diucapkan, sedangkan mafhūm merupakan makna implisit yang dipahami dari luar susunan lafaz. Kajian ini menguraikan definisi etimologis dan terminologis keduanya serta ragam pembagian seperti nasḥ dan ẓāhir pada manṭūq, serta mafhūm muwāfaqah dan mafhūm mukhālafah pada mafhūm. Dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an dan pendapat para ulama, kajian ini menunjukkan bagaimana kedua konsep tersebut digunakan dalam proses istinbāṭ hukum. Analisis ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang metode penunjukan lafaz dan meningkatkan ketelitian dalam penafsiran teks hukum Islam.
Unduhan
Referensi
Hakim, '. H. (1927). Mabadi Awwaliyyah. Jakarta: SA'DIYAH PUTRA.
Kholis, I., & Alwizar. (2025). Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum dalam Memahami Hukum IslamMethods of Interpreting Mantuq and Mafhum in Understanding Islamic Law. INTELEK INSAN CENDIKIA, 203-204.
Nugroho, A. F., & Alwizar. (2024). Kaedah Tafsir Mantuq dan Mafhum. Hamalatul Qur`an: Jurnal ilmu-ilmu Al-Qur'an, 21.
Prof. DR. Rachmat Stafe'i, M. (1999). Ilmu USHUL FIQIH. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Laila Muthia Wahda, Pria Rika Saputri, Valisa Akila Putri (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







