Doktrin ke Dialog: Transformasi Paradigma Komunikasi Spiritual Jiddu Krisshnamurti (1895-1986)
Kata Kunci:
Jiddu Krishnamurti; Komunikasi Spiritual; Dialog; Kebebasan; DekonstruksiAbstrak
Penelitian ini mengkaji transformasi paradigma komunikasi spiritual dalam pemikiran Jiddu Krishnamurti (1895–1986), yang menggeser orientasi spiritualitas dari pola doktrinal dan hierarkis menuju dialog kesadaran yang bebas dari metode dan otoritas. Krishnamurti menolak model komunikasi guru murid, praktik spiritual yang berbasis metode, dan otoritas kitab suci, karena semua itu menciptakan relasi komunikasi yang timpang dan memperkuat ketergantungan psikologis. Melalui pendekatan dialogis, ia memperkenalkan bentuk komunikasi spiritual yang terbuka, reflektif, dan non-dualistik di mana pengajar dan pendengar berjumpa dalam ruang kesadaran yang sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat dan analisis teks terhadap ceramah serta tulisan Krishnamurti dengan kerangka teori komunikasi eksistensial dan dekonstruksi Derrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma komunikasi Krishnamurti menandai pergeseran radikal dari spiritualitas yang berbasis dogma menuju dialog kesadaran yang membebaskan. Ia menempatkan percakapan bukan sebagai sarana transmisi pengetahuan, tetapi sebagai medium transformasi batin. Dengan demikian, ajarannya menegaskan bahwa kebebasan spiritual tidak lahir dari kepatuhan terhadap doktrin, melainkan dari keterbukaan dalam dialog tanpa otoritas.
Unduhan
Referensi
Altiria, S. (2023). Dekonstruksi Derrida Pada Kajian Linguistik Kognitif. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 21(21), 270–280. https://doi.org/10.25170/kolita.21.4857
Alwi, M. (2015). Teologi Pembebasan Dalam Islam (Studi Atas Pemikiran Hassan Hanafi). Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Alauddin Fakultas Ushuluddin.
Basuki, A. (2008). Perbandingan Antara Pemikiran Karl Marx Dengan Pemikiran J. Krishnamurti Tentang Perubahan Sosial. Humaniora, 20(3), 306–314. https://doi.org/10.22146/jh.946
Hardiansyah, H. (2013). Teori Pengetahuan Edmund Husserl. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 15(2), 226–236. https://doi.org/10.22373/substantia.v15i2.4897
Kosat, O. (2021). Louis Althusser: Marxis Struktural. Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi, 11(2), 187–198. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v11i2.1113
Maskur, M., Djamil, A., & Sholihan, S. (2023). Memahami filsafat fenomenologi Edmund Husserl dan implikasinya dalam metode penelitian studi Islam. Jurnal Ilmiah Falsafah: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora, 9(2), 50–57. https://doi.org/10.37567/jif.v9i2.2164
Naamy, N. (2019). Metode Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar dan Aplikasinya. LP2M UIN Mataram.
Nasr, S. H. (2025). Pengetahuan Dan Kesucian: Dialektika Ilmu, Filsafat, Dan Spiritualitas Manusia. Ircisod.
Niwandhono, P. (2014). Gerakan Teosofi dan Pengaruhnya Terhadap Kaum Priyayi Nasionalis Jawa 1912–1926. Lembaran Sejarah, 11(1), 25–36. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23781
Shai Tubali. (2022). Questions to Which There Are No Answers: The Method Behind Jiddu Krishnamurti’s Dialogue. https://eprints.whiterose.ac.uk/id/eprint/182436/9/8-1-shai-tubali.pdf
Siregar, M. (2019). Kritik terhadap teori dekonstruksi Derrida. *Journal of Urban Sociolog
Wattimena, R. A. (2023). Teori Transformasi Kesadaran: Teori Tipologi Agama. Rumah Filsafat.
Williams, C. V. (2004). Jiddu Krishnamurti: World Philosopher (1895–1986): His Life and Thoughts. Motilal Banarsidass Publ.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Saifullah, Putri Anggraini, Rina Rehayati (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


