Layanan Perpustakaan Digital Di Sekolah: Pengertian, Tantangan, Dan Solusi Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa
Kata Kunci:
Perpustakaan digital, Literasi digital, Minat baca, Tecnologi informasi, Kode QRAbstrak
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada era globalisasi telah mempercepat penyebaran informasi melalui berbagai jenis media, termasuk internet, sehingga perpustakaan tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi utama. Di sisi lain, tingginya angka minat baca yang rendah di Indonesia menjadi tantangan serius dalam usaha meningkatkan literasi masyarakat. Literasi digital menjadi sangat penting untuk mengatasi dampak negatif seperti informasi yang tidak akurat, kebocoran data pribadi, penipuan daring, perundungan siber, dan ujaran kebencian di dunia digital. Perpustakaan digital merupakan evolusi dari perpustakaan tradisional yang menyimpan koleksi dalam format digital dan dapat diakses secara daring melalui komputer atau perangkat lain. Layanan perpustakaan digital di sekolah menawarkan beberapa kelebihan, antara lain akses yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, kemudahan dalam mencari informasi, efisiensi ruang, serta biaya pengelolaan yang cenderung lebih rendah. Namun, implementasi perpustakaan digital menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, anggaran, serta rendahnya tingkat literasi digital di kalangan guru dan siswa. Penerapannya mencangkup sistem manajemen perpustakaan, pengelolaan koleksi yang sesuai, pelatihan untuk petugas, serta program literasi digital yang berbasis QR Code di perpustakaan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa program literasi digital berbasis QR Code mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa terhadap literasi digital, sehingga layanan perpustakaan digital dapat berperan strategis dalam meningkatkan literasi digital siswa serta memperkuat kedudukan perpustakaan sebagai pusat informasi di era digital.
Unduhan
Referensi
Abdul Rahman Saleh. “Pengertian, Manfaat, dan Kelebihan Perpustakaan Digital”, diakses dari http://repository.ut.ac.id/4207/1/PUST4317-M1.pdf
Ameliola, S., & Nugraha, H. D. (2013). Perkembangan media informasi dan teknologi terhadap anak dalam era globalisasi. Perkembangan Media Informasidan Teknologi Terhadap Perkembangan Anak, 2, 400.
Fitrah, R. (2012). Analisis dan Perancangan Perpustakaan Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan SMA Negeri 3 Palembang.
Fitrah, R. (2012). Analisis dan Perancangan Perpustakaan Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan SMA Negeri 3 Palembang.
[5] Putri, R. Y., & Supriansyah, S. (2021). Pengaruh Literasi Digital terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z di Sekolah Menengah Kejuruan. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 3007–3017. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.1055.
Hutasoit, H. R. (2012). Perpustakaan Digital Perpustakaan Masa Depan. Iqra’: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi, 06(02), 52–58. https://doi.org/10.1021/ac9024818
Lestari, J. P. (2021). Pentingnya Perpustakaan Digital, Upaya Meningkatkan Minat Baca di Era Globalisasi.Kompasiana. https://www.kompasiana.com/jultiasih23749/61a9be3e75ead619840e4184/pentingnya-perpustakaan-digital-sebagai-upaya-meningkatkan-minatbaca-pada masyarakat-indonesia-di-era-globalisasi
M. Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), 27
Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), 31.
Rodin, R. (2022). Sejarah dan perbandingan perkembangan perpustakan di dunia. Lembaga Chakra Brahmana Lentera.
Kusmawan, A., et al.
Wahyudin Darmalaksana,“Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan”(2020): 3-4 https://digilib.uinsgd.ac.id/32855/1/Metode%20Penelitian%20Kualitatif.pdf diakses pada tanggal 20 April 2025
Zed, Mustika. Metode Penelitian Kepustakaan,(Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008),
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Moch Farhan, Moh Risky Firmansyah, Moh Halifa Ramadhani, Rusdiana Navlia (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







