Hermeneutika Hans Georg Gadamer Sebagai Pendekatan Kritis Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Penulis

  • Alan Cahyadi Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Raihan Almahera Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Resti Julfajri Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Rina Rehayati Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis

Kata Kunci:

Hermeneutika, Hans Georg Gadamer, Pendekatan Kritis, Pendidikan Agama Islam, Fusion Of Horizons

Abstrak

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali masih didominasi pendekatan normatif-doktrinal yang kurang membuka ruang dialog kritis dan reflektif antara peserta didik dengan realitas sosialnya. Dalam konteks ini, hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer menawarkan pendekatan yang relevan untuk menjembatani teks-teks keagamaan dengan dinamika kehidupan kontemporer. Konsep-konsep kunci seperti pra-pemahaman (prejudices), dialog, dan fusion of horizons (peleburan cakrawala) memberikan kerangka teoritis bagi proses pemaknaan yang bersifat partisipatif dan terbuka. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam pembelajaran PAI, guru dan peserta didik dapat membangun interaksi yang lebih dinamis dalam memahami nilai-nilai Islam secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran Gadamer terhadap pengembangan pendekatan kritis dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa hermeneutika Gadamer dapat menjadi dasar filosofis bagi model pembelajaran agama yang lebih dialogis, inklusif, dan mampu merespons tantangan zaman secara bijak.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

(https://plato.stanford.edu/entries/gadamer/ diakses pada 17 Mei 2025).

Abdullah, M. A. (2006). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika dalam Studi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, M. A. (2010). Islam dan Ilmu Pengetahuan: Menyingkap Integrasi Interkoneksi Epistemologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arkoun, M. (2006). Nalar Islami dan Nalar Modern: Berbagai Tantangan dan Jalan Baru. (terj. Rahayu S. Hidayat). Jakarta: INIS.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method (2nd rev. ed.). London: Continuum.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method (2nd rev. ed., J. Weinsheimer & D. G. Marshall, Trans.). New York: Continuum.

Lubis, Akhyar Yusuf. (2015), Filsafat Ilmu:Klasik Hingga Kontemporer, Jakarta:Rajawali Pers.

Madjid, N. (1992). Islam, Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.

Nasr, S. H. (2002). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. New York: HarperOne.

Nasution, H. (2012). Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran. Bandung: Mizan.

Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation Theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Evanston: Northwestern University Press.

Rahman, F. (2009). Islam dan Modernitas. Bandung: Pustaka.

Warnick, B. R. (2007). Ineffable Cultivation: Communication, Ontology, and Politics in the Philosophy of Hans-Georg Gadamer. Educational Philosophy and Theory, 39(2), 145–158. https://doi.org/10.1111/j.1469-5812.2007.00294.x

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-01

Cara Mengutip

Cahyadi, A. ., Almahera, R. ., Julfajri, R. ., & Rehayati, R. . (2025). Hermeneutika Hans Georg Gadamer Sebagai Pendekatan Kritis Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam, 2(2), 385-390. https://journal.staittd.ac.id/index.php/at/article/view/379

Artikel Serupa

1-10 dari 321

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.