Peran Wali Kamar Dalam Pendidikan Non-Formal Di Pondok Pesantren Modern Al-Hasyimiyah Kota Tebing Tinggi
Kata Kunci:
Wali Kamar, Pendidikan Non-Formal, Pesantren Modern, Pembinaan SantriAbstrak
Pendidikan non-formal di pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan santri. Salah satu elemen penting dalam pelaksanaannya adalah peran wali kamar, yang tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pembimbing, pendidik, dan teladan bagi santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran wali kamar dalam pendidikan non-formal, pelaksanaannya di Pondok Pesantren Modern Al-Hasyimiyah Kota Tebing Tinggi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kamar memiliki peran signifikan dalam pembinaan spiritual, sosial, dan akademik santri melalui kegiatan non-formal seperti kajian fiqh, tafsir Al-Qur’an, penguatan aqidah, mentoring, serta pembiasaan disiplin harian. Kehadiran wali kamar di kamar santri juga memperkuat kedekatan emosional antara pembina dan santri sehingga pembinaan dapat berjalan lebih efektif. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan fasilitas, keberagaman karakter santri, serta pengaruh teknologi digital yang perlu diarahkan secara bijak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa wali kamar merupakan figur kunci dalam mengoptimalkan pendidikan non-formal di pesantren, sehingga peran mereka perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, dukungan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi secara positif.
Unduhan
Referensi
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. New York: McGraw-Hill.
Departemen Agama RI. (2005). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama Republik Indonesia.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Hamid, A. (2015). Pendidikan Pesantren dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Hasanah, U. (2020). “Pendidikan Non-Formal dalam Membentuk Karakter Santri di Pesantren.” Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–160.
Hidayat, R. (2019). “Manajemen Pengasuhan Santri di Pesantren Modern.” Tarbiyah al-Aulad, 6(1), 33–48.
Miarso, Y. (2021). Menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia Menyongsong Abad 21. Jakarta: Grasindo.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. California: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2012). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, R. (2023). “Keterbatasan Sarana Pesantren dan Strategi Pembinaan.” Al-Ta’dib: Jurnal Kependidikan Islam, 12(1), 55–68.
Nata, A. (2016). Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Rahman, F. (2024). “Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan Non-Formal di Pesantren.” Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 4(3), 201–213.
Rofiuddin, M. (2022). “Pembinaan Karakter Santri Melalui Peran Wali Kamar.” Tarbiyah Islamiyah, 3(1), 87–99.
Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2013). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Supriyadi, A. (2022). “Peran Wali Kamar dalam Pembinaan Santri di Pesantren Modern.” Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 134–146.
Suyatno. (2017). “Pendidikan Karakter di Pesantren Modern.” Al-Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 93–107.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jusua Barus, Ali Syahlan, M. Ismail Lubis (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







