Hubungan Rasa Syukur Dan Sabar Dalam Membentuk Ketenangan Jiwa Mahasiswa/I Jurusan Aqidah Dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Penulis

  • Sabilatul Hanifah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • M. Arrafie Abduh Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis
  • Khairiah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Penulis

Kata Kunci:

Syukur, Sabar, Ketenangan Jiwa, Mahasiswa, Tasawuf Akhlaki

Abstrak

Ketenangan jiwa merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa, terutama di tengah tuntutan akademik dan dinamika sosial yang kompleks. Dalam perspektif Islam, ketenangan jiwa tidak hanya dipahami sebagai kondisi psikologis, tetapi juga sebagai keadaan spiritual yang berkaitan dengan keimanan dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rasa syukur dan rasa sabar, baik secara parsial maupun simultan, terhadap ketenangan jiwa mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 61 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa syukur memiliki hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,530; p < 0,05), demikian pula rasa sabar yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan ketenangan jiwa (r = 0,571; p < 0,05). Secara simultan, rasa syukur dan rasa sabar terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap ketenangan jiwa mahasiswa (F = 18,345; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat rasa syukur dan sabar yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat ketenangan jiwa yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai syukur dan sabar sebagai sumber daya spiritual dalam membentuk ketenangan jiwa mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Al-Ghazali, A. H. (2005). Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn (Jilid IV). Beirut: Dār al-Fikr.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology, 22(140), 1–55.

Rahmania, F. A., & Nashori, F. (2022). Peran syukur dan sabar sebagai mediator hubungan dukungan sosial dan stres tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 5(2), 115–128.

Rusdi, A. (2022). Syukur dalam psikologi Islam dan konstruksi alat ukurnya. Jurnal Psikologi Islam, 9(1), 45–58.

Safaria, T., Prasetyo, A. R., & Dewi, D. K. (2018). Perilaku keimanan, kesabaran, dan syukur dalam memprediksi subjective well-being remaja. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 15(2), 89–102.

Setyosari, P. (2016). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-03

Cara Mengutip

Hanifah, S. ., Abduh, M. A. ., & Khairiah, K. (2026). Hubungan Rasa Syukur Dan Sabar Dalam Membentuk Ketenangan Jiwa Mahasiswa/I Jurusan Aqidah Dan Filsafat Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau. At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 364-371. https://journal.staittd.ac.id/index.php/at/article/view/902

Artikel Serupa

11-20 dari 50

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.